Perpustakaan ITB

Judul Penulis / Pembimbing TA Tahun Penerbit Perpustakaan

Identifikasi Wilayah Peralihan Kota-Desa (Urban-Rural Fringe) di Kawasan Metropolitan Bandung Raya


Nomor Panggil PWK

TA/2025/3158 ARI

Penulis

ARISTAWATI, Zabrina Ramadhani

Penerbit

Prodi Perencanaan Wilayah dan Kota SAPPK ITB

Tahun Terbit

2025

Ketersediaan

NoNomor IndukKembaliKoleksi
NoNomor IndukTanggal
NoNomor IndukTanggal
NoNomor IndukTanggal
NoNomor IndukLokasiKoleksi
1 4154003158 TA PWK Labtex IX A Lt.3 JBPTITBSAPPK
No AntrianTanggal ReservasiUser

Detil

Kolasi : xxvi, 154 hlm.; 30 cm
Materi Koleksi : Tugas Akhir Skripsi-ITB
Bahasa : Indonesia
Subjek : Adiwan Fahlan Aritenang, ST., M.GIT., Ph.D
Kata Kunci : Urbanisasi, urban sprawl, kawasan peralihan, transformasi spasiotemporal, klaster spasial, K-Means, penginderaan jauh
Keterangan : Urbanisasi yang berlangsung secara masif masih menjadi tantangan serius bagi wilayah-wilayah metropolitan, salah satunya terkait pengelolaan tata ruang yang responsif terhadap dinamika perubahan spasial. Kawasan Metropolitan Bandung Raya sebagai pusat kegiatan nasional dan pertumbuhan ekonomi mengalami perkembangan wilayah yang pesat, menciptakan kompleksitas spasial dan heterogenitas kawasan yang tinggi. Pemetaan urban–rural fringe yang mendelineasikan batas wilayah di luar batas-batas administratif menuntut adanya pengembangan metode dan pendekatan baru yang mampu merepresentasikan dinamika spasial secara lebih adaptif terhadap perubahan karakteristik kawasan. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi zonasi, karakteristik, serta transformasi spasio-temporal wilayah peralihan kota-desa (urban-rural fringe) melalui pemetaan wilayah menggunakan pendekatan Spatial Clustering K-Means di Kawasan Metropolitan Bandung Raya. Analisis difokuskan pada tiga variabel utama, yaitu proporsi lahan terbangun, kepadatan penduduk, dan intensitas cahaya malam, yang dikompilasi dalam grid spasial berukuran 500 x 500 m dengan cakupan analisis spasio-temporal selama periode sepuluh tahun (2015-2024). Hasil penelitian menunjukkan pola konsentris pada zona fringe yang terdistribusi mengelilingi kawasan pusat kota (urban core) serta koridor-koridor utama di wilayah metropolitan. Transformasi wilayah dari rural menuju fringe dan selanjutnya ke urban berlangsung secara bertahap, dengan ekspansi kawasan fringe paling intens terjadi pada periode 2015-2019, dan cenderung melambat pada 2019- 2024. Penelitian ini menghadirkan kebaruan dalam pemetaan wilayah urban-rural fringe dengan integrasi metode penginderaan jauh dan spatial clustering yang sebelumnya masih sangat terbatas dalam kajian spasial di Indonesia. Pemetaan urban-rural fringe yang dihasilkan dapat menjadi dasar informasi geospasial yang penting bagi pertimbangan dalam perumusan kebijakan tata ruang sebagai upaya untuk mengendalikan dan menekan urban sprawl serta mengoptimalkan distribusi pembangunan di seluruh Kawasan Metropolitan Bandung Raya.
URL : https://digilib.itb.ac.id/gdl/view_data/identifikasi-wilayah-peralihan-kota-desa-urban-rural-fringe-di-kawasan-metropolitan-bandung-raya/15421077?rows=1&per_page=2